Rejeki Banyak dan Mencukupi

May 5th, 2011 § 8 Comments

Pagi ini jakarta diguyur hujan, tidak begitu kencang seperti beberapa waktu yang lalu. Langit jakarta menjadi kelabu, dan udara sekitar menjadi dingin. Jakarta gelap dan lembab, tapi tidak disini, dihatiku :D .

Aku suka hujan, entah itu gerimis atau hujan lebat (terlepas dari macet, banjir, yup kita akan membahas kebaikannya saja). Salah satu alasan aku suka hujan adalah ini waktu-waktu istimewa saat-saat mustajab untuk berdo’a.

Dalilnya saya ambil dari sini :

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni, 4/342 mengatakan, “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani, lihat hadits no. 1026 pada Shohihul Jami’)

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ لا تُرَدَّانِ، أَوْ قَالَ: مَا تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ، حِينَ يَلْتَحِمَ بَعْضُهُ بَعْضًا وَفِي رِوَايَة : ” وَتَحْتَ المَطَر “

“Dua orang yang tidak ditolak do’anya adalah: [1] ketika adzan dan [2] ketika rapatnya barisan pada saat perang.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Dan ketika hujan turun.” (HR. Abu Daud dan Ad Darimi, namun Ad Darimi tidak menyebut, “Dan ketika hujan turun.” Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih)

Maka setiap kali datang hujan, aku ingin sekali mengkhusyu’kan diriku untuk berdo’a. Karena kita tak pernah tahu kapan Allah akan mengabulkan do’a kita. Jika keadaan tidak memungkinkan untuk berdo’a khusyu’ maka terkadang aku berdialog sebentar sama Sang Pemilik Hidup “Ya Allah engkau tahu apa yang tersembunyi dihatiku dan apa yang kuinginkan, kumohon berikan yang terbaik untukku” :D .

Kali ini ada do’a lain yang kupanjatkan, walaupun bukan do’a original dariku sendiri tapi tidak ada kesalahan jika kita mengikuti kebaikan sesorang.

Konon, seorang shalih telah berdoa kepada Allah, dengan suasana khusyu penuh ketundukan dan pengharapan. Di ujung malam, menjelang Subuh datang, ia munajat ke haribaanNya.

“Ya Allah, limpahkanlah kepadaku rejeki yang halal, thayyib, barakah, banyak dan mencukupi. Bukan rejeki yang haram dan syubhat. Bukan rejeki yang menjauhkanku dari kebaikan. Namun juga bukan rejeki yang sedikit, yang tidak mencukupi keperluan hidupku. Limpahkan rejeki yang banyak, yang membuatku bisa mencukupi semua keperluan hidupku dan keluargaku. Yang membuatku bisa memberikan bantuan kepada siapapun yang memerlukan….”

“Ya Allah, aku takut jika Engkau memberikan rejeki sedikit kepadaku, membuat aku meminta-minta kepada hambaMu untuk mencukupi keperluan hidupku. Jika aku meminta-minta kepada  hambaMu, aku takut akan memuji-muji mereka yang memberiku, dan akan membenci mereka yang tidak mau memberiku. Jika seperti itu keadaanku, niscaya aku menjadi orang yang tidak berlaku adil…”

“Ya Allah, jauhkan aku dari meminta-minta kecukupan rejeki kepada hambaMu. Cukupkan aku dengan rejeki yang Engkau limpahkan kepadaku…..”

Doa ini membumbung tinggi menembus langit…..

Konon, dia orang shalih pertama yang mengucapkan doa seperti ini. Mungkin saja kita mengikutnya……

(sumber)

Ya Allah di tengah keberkahan yang sedang Engkau turunkan dibumiMu ini, semoga engkau perkenankan do’a kami, do’a hamba-hambamu serta do’a orang-orang yang beriman dan berikanlah yang terbaik menurutMu kepada kami. Amin.

Tagged: , ,

§ 8 Responses to Rejeki Banyak dan Mencukupi

  • Ariff says:

    wah, bagus mbak doanya
    #ngikut :)

  • Fakhita Az Zahra says:

    nyanyi ahhhhh…. :mrgreen:

    ♪♫♪♫♫♫ Rinai hujan basahi aku…temani sepi yang mengendap..Kala aku mengingatmu..Dan semua saat manis itu..
    Segalanya seperti mimpi..Kujalani hidup sendiri..Andai waktu berganti..Aku tetap tak ’kan berubah..
    Aku selalu bahagia..Saat hujan turun..Karna aku dapat mengenangmu untukku sendiri..
    Selalu ada cerita..Tersimpan dihatiku..Tentang kau dan hujan..Tentang cinta kita yang mengalir seperti air.. ♥
    Aku bisa tersenyum sepanjang hari..Karna hujan pernah menahanmu disini..Untukku.. ♥

    hahaha.. geje :mrgreen:

    • risna rahma says:

      malah nyanyi ni :p
      *ikutan :D

      • Fakhita Az Zahra says:

        nyanyi lagi ahhh…

        hujann.. teringatkan aku.. tentang 1 rindu.. di masa yang lalu.. saat mimpi masih indah bersamamu…
        Allah izinkan aku bahagiakan dia.. meski dia tlah jauh.. biarkanlah aku berarti untuk dirinya… ♫♪♫

  • Asop says:

    …hujan…. selama hujan turun saat saya di rumah, saya senang. :)

  • guru rusydi says:

    sebenarnya hujan itu selalu berkah buat manusia, tpai hanya karena tingkah polah mereka yang membuat hujan itu tak menjadi berkah buat manusia

  • obinhut says:

    Amin ya 4llah, rejeki yang cukup, istri yang cantik, hidup yang aman dan sejahtera…. Amin…
    Wahai hujan turunlah kamu sekarang…. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Rejeki Banyak dan Mencukupi at Fascinating Life.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.